hari ini aku berjalan
entah kemana
bersama diriku
yang masih tak tau arah
peta yang kupunya hangus
dijilat teriknya matahari jakarta
penglihatanku juga kabur
ditikam asap dan debu kota
aku butuh ruang
tak jelas di mana
tetapi aku ingin
membuat peta lain untuk diriku
yang prosesnya tak perlu bergelantung di KRL
di antara sesaknya manusia
yang juga kehilangan petanya
di tengah perjalanan menuju cita-cita
namun langkah tetap ku gerakkan
meski trotoar penuh lubang
dan suara klakson
yang terdengar seperti kumpulan amarah
aku tiba di tempat pemberhentian
di mana kawanan ku mengumpulkan gelar
di mana janji mencapai tujuan disebarkan
namun, jutaan orang dengan gelar masih saja pengangguran
lantas, bagaimana kalian yang telah bekerja
sudahkah petamu terlihat?
atau ia hanya tersimpan diam
di balik rutinitas perintah atasan
ironis memang
segelintir orang
menjadikan pekerjaan
sebagai tujuan akhir
salah siapa itu?
apakah itu salah perut mereka?
apakah itu salah orang tua mereka yang kena PHK?
apakah itu salah masyarakat jika gaji di bawah UMR sudah dipaksa untuk bersyukur
Penulis: Nandana Arieanta Putra P.





0 Comments