by Rainz

(foto: pinterest.com)
Berbulan-bulan aku menunggu dalam rasa yang semu ini
Meski semu itu hanya sementarapun aku akan tetap menunggu
Berkali-kali aku menatap kedua matamu
Namun berkali-kali pula aku sakit karena itu

Aku selalu bertanya pada kedua mata itu
Apakah ada kisahku di dalamnya
Apakah ada rasa didalamnya
Apakah hanya ada luka pada kedua mata itu

Aku selalu takut dan malu untuk melihatmu
Senyummu yang sebenarnya melukaiku
Tapi kenapa selalu manis madu yang kurasakan
Benarkah kedua matamu menyiratkan rasa itu

Siapa saja yang memegang dan memendam rasa ini selalu bertanya
Apakah benar bahwa kesemuan ini hanya cinderamata kehidupan saja
Namun masihkah aku pantas merasakan rasa manis ini
Inikah rasanya keragu-raguan itu

Tak hanya keragu-raguan yang kurasa akan tetapi juga duka
Kenapa duka yang selalu ada saat aku mengingatmu
Apakah rasa duka ini merupakan gambaran dari kejadian
Kejadian yang akan terjadi apabila aku mencintaimu