oleh Krisna F. Bastomi
(foto: google.com)



Keluarlah atau setidaknya intiplah dari jendelamu
Lihat, tatap ke langit luas itu
Adakah kau lihat lukisan kecil disana?
Adakah tampak titik senyum disana?

Malam ini tiada penghias itu disana
Tiada tara senyumnya sang bintang

Kamu terlalu terbuai dengan kilaunya mentari kala itu
Atau kamu terlalu dalam menatap sang rembulan

Jangan, jangan kau lupakan setitik cahaya itu
Cahaya yang pernah mengenggammu erat
Walau tak sehangat peluk yang pernah kau dekap
Setidaknya, ia penghias pekatnya malammu
Setidaknya, ia pernah menghapus peluh di pipimu

Pejamkan matamu..
Lalu, apa yang terlihat?                   
Pekat, gulita tanpa pelipur dalam gelap

Tatapmu nanar, kaupun berbisik,

Beri aku terang, beri aku tenang
Yang menari dalam pekat
Yang tersenyum begitu.. lekat

Karena semakin larutnya malam
Semakin dingin, semakin lebur, semakin hitam
Tanpa bintang di persimpangan malam ini..