(Foto : Poster Film Murder on the Orient Express 2017/IMDb)


Sutradara : Kenneth Branagh
Produser : Ridley Scott, Mark Gordon, Simon Kinberg, Kenneth Branagh, Judi Hofflund, Michael Schaefer
Skenario : Michael Green
Genre : Drama/Misteri/Kejahatan
Distributor : 20th Century Fox
Durasi : 114 Menit
Tahun Rilis : 2017
Pemain : Kenneth Branagh, Penélope Cruz, Willem Dafoe, Judi Dench, Johnny Depp. Josh Gad, Derek Jacobi, Leslie Odom Jr, Michelle Pfeiffer, Daisy Ridley, Marwan Kenzari, Olivia Colman, Lucy Boynton, Manuel Garcia Rulfo, Sergei Polunin, Tom Bateman, Miranda Raison.


Murder on the Orient Express 2017 merupakan film bergenre drama misteri yang diadaptasi dari karya novelis Agatha Christie. Mendengar nama penulisnya mungkin bagi para pecinta novel drama misteri sudah tidak asing lagi. Tak kurang dari sepuluh judul novelnya diangkat menjadi sebuah film layar lebar.

Kisah bermula pada tahun 1934 saat Hercule Poirot (Kenneth Branagh) berkunjung ke Tembok Ratapan, Yerusalem. Poirot yang saat itu sedang menikmati hidangan di tempat penginapannya diminta untuk mengungkap pencurian relik di Gereja Makam Kudus, semua warga diminta berkumpul di Tembok Ratapan termasuk juga para pemuka agama sekitar karena mereka sebelumnya melakukan rapat di dalam Gereja Makam Kudus. Disaat para Polisi setempat tidak mampu menemukan bukti temuan apapun, Poirot berbeda ia berhasil menemukan sebuah retakan kecil ditembok bagian dalam Gereja karena bekas dipanjat  oleh sepatu bot dan ternyata bot tersebut adalah yang dikenakan oleh Inspektur Polisi yang berjaga di Gereja Makam Kudus. Disini seolah Branagh sang sutradara ingin meremind kembali kepada para penonton bahwa peran Poirot tidak bisa dilepaskan dari dunia detektif.

Setelah berhasil mengungkap pencurian relik, Poirot sang detektif pun merasa lelah dengan pekerjaannya selama ini dan memutuskan untuk berlibur menikmati waktu luang ke London, dengan menaiki kereta Orient Express dari Istanbul, setelah sebelumnya menyeberang dengan perahu dari Palestina menuju Istanbul. Ada pemandangan menarik ketika Poirot berada di Stasiun kereta Istanbul, dimana situasi tersebut serupa dengan Turki pada 1930-an dengan keadaan Stasiun yang masih kumuh, penumpang berdesakan sambil memanggul koper dan barang bawaan ditambah kendaraan roda empat yang lalu-lalang tanpa aturan.

Usai berdesakkan dan wara-wiri mencari kamar yang akan menjadi tempatnya untuk beristirahat, Poirot beserta penumpang lainpun segera meninggalkan Stasiun Istanbul yang kumuh tadi. Dan lagi-lagi Branagh benar-benar memanjakan para penonton lewat sinematografi yang top ketika Orient Express meninnggalkan Stasiun, pemandangan Kota Istanbul seperti tidak yang terlewat lengkap dari bidikkan kamera, sangat tampak dengan jelas laut marmara disebelah barat dan Masjid Hagia Sophia disebelah utara, disamping itu tata penataan ruang pada kabin kereta juga begitu apik dan klasik, rasanya sulit mendapati kereta seperti itu di era saat ini.

Semula perjalanan biasa saja, semua penumpang duduk bersama dan bercengkrama diruangan makan namun, setelah kereta melewati terowongan pada malam hari di wilayah pegunungan salju Vikovchi, Kroasia Timur tiba-tiba petir menyambar salah satu puncak pegunungan salju tersebut sehingga mengakibatkan longsor dan dari longsoran tersebut sontak menghentikan laju dari kereta Orient Express yang anjlok akibat tertimbun gundukan salju longsor. Pada keesokkan harinya saat Edward Masterman (Derek Jacobi) seorang pelayan kereta hendak mengantarkan sarapan ke kamar Edward Ratchett (Johnny Depp) seorang pebisnis yang menjual barang-barang antik, kamarnya terkunci, karena berada dilokasi Poirot pun ikut membantu Masterman, dan ketika pintu berhasil dibuka, Ratchett sudah  terbujur kaku, dari analisis Dr. Arbuthnot (Leslie Odom Jr.) seorang penumpang yang juga ada dilokasi, Ratchett ditikam beberapa kali dengan pisau bilah panjang pada pukul 02.00 pagi.

Disinilah drama dimulai, Tuan Bouc (Tom Bateman) orang yang bertanggung jawab terhadap perjalan Orient Express akhirnya meminta bantuan kepada Poirot sang detektif untuk mengungkap kasus pembunuhan ini,  meski sempat mendapat penolakan karena niat Poirot sesungguhnya adalah untuk berlibur bukan menyingkap tabir lagi, ia pun akhirnya menyetujuinya dan meminta Tuan Bouc memberikan denah dari kereta Orient Express. Penyelidikan pun dimulai, Poirot yang dipercayakan oleh Tuan Bouc pun mulai mengintrogasi para penumpang. Poirot menemukan catatan yang ketika dibakar bisa menjelaskan petunjuk baru, dan benar saja hal tersebut menghubungkan Ratchett dengan kasus penculikan Daisy Armstrong  yang merupakan anak dari Kolonel John Armstrong. Ratchett menculik Daisy untuk meminta tebusan berupa uang namun setelah keluarganya memberikan tebusan Daisy tetap dibunuh. Poirot akhirnya mengetahui bahwa nama asli Ratchett adalah John Cassetti, sebelum bunuh diri Kolonel Armstrong pernah menuliskan cerita penculikan anaknya dalam bentuk surat dan diberikan kepada Poirot.

Sementara penyelidikan terus berjalan dan bukti-bukti juga terus ditemukan mulai dari saputangan yang berlumuran darah dengan inisial huruf “H” serta kancing kondektur kereta. Kimono merah milik Caroline Hubbard (Michelle Pfeiffer) juga diketemukan. Pemandangan menarik terjadi saat Poirot berdiri memaparkan teorinya tentang pembunuhan Ratchett/Cassetti kepada para tersangka yang posisinya duduk tepat dimulut terowongan. Mereka semua memiliki motif sama untuk melenyapkan Ratchett/Cassetti karena pembunuhan Daisy dan mereka semua berkerabat dekat dengan Kolonel Armstrong dan istrinya Sonia Armstrong (Miranda Raison). di akhir cerita Poirot menyimpulkan, keadilan tidak mungkin ada dalam kasus ini, Ratchell/Cassetti  layak dihukum mati dan tidak satupun dari para pembunuh Ratchett/Cassetti pantas dipenjara.

Menurut penulis, Film Murder on the Orient Express sangat enak dinikmati terlebih untuk jadi bahan diskusi bersama baik dalam bentuk bedah film ataupun sejenisnya, dengan alur cerita maju mundur, Agatha Christie sukses membuat penonton beripikir karena semua tokoh disini memiliki benang merah dengan kasus keluarga Armstrong, bagi yang belum biasa menonton film bergenre drama misteri mungkin akan merasa tak sabar menanti-nanti siapa pelaku utama, siapa korban yang dibunuh atau dilenyapkan, siapa bersekongkol dengan siapa.

Branagh juga terbilang sukses membangun kembali karakter Hercule Poirot yang mungkin sudah hampir dilupakan oleh sebagian orang. Dalam pemilihan aktor juga sangat sesuai, terlebih saat Judi Dench memerankan Dragomiroff secara totalitas dengan keangkuhannya sebagai seorang Aristokrat. Dalam materinya sendiri sebenaranya sudah bagus karena Agatha Christie memang senang membuat orang berpikir teka-teki ditambah aktor-aktor yang memang sudah memiliki karakter kuat seperti Johnny Depp, willem Dafoe, dll

Untuk kekurangan alur cerita ini sendiri, Branagh terlalu banyak membuang-buang waktu pada plot saat Poirot mewawancarai para tersangka, hal tersebut sangat kontras ketika Poirot diperankan oleh Peter Ustinov dalam film Death on the Nile, yang berani berbicara dengan lugas ketika mewawancarai tersangka pembunuhan di Kapal Pesiar Karnak saat mengarungi sungai nil.

 

Penulis : Chaerul Anwar