(Foto: sedang berlangsung pelatihan/Anan)

Marhaen, Jakarta - Universitas Bung Karno (UBK) menggelar pelatihan hidroponik bersama Yayasan Aspirasi Indonesia dan PT Meroket Tetap Jaya kepada para mahasiswa dan civitas akademik UBK, di lapangan Universitas Bung Karno, Jakarta Pusat. Rabu, (20/04/2022).

Hidroponik merupakan salah satu metode budidaya tanaman yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanam melainkan memanfaatkan air dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman, tanaman hidroponik sangat cocok dibudidayakan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas, karena tanaman hidroponik ini tidak memerlukan banyak air.

Pelatihan hidroponik ini bertujuan untuk edukasi dan pengenalan hidroponik kepada mahasiswa dan masyarakat terutama yang berada di kota besar bahwa masyarakat diperkotaan masih bisa bercocok tanam di tengah sempitnya lahan dengan menggunakan metode hidroponik, yang  dapat dilakukan di sekitar pekarangan rumah.

Ahmad Fanamirosidi selaku manager program Yayasan Aspirasi Indonesia, menjelaskan bahwa pelatihan hidroponik ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan mendorong masyarakat untuk bercocok tanam meskipun dalam keterbatasan lahan.

“Tujuan dari pelatihan inikan sebenarnya untuk edukasi, agar masyarakat punya kesadaran bahwa masyarakat urban terlebih khusus yang diperkotaan bahwa masih ada cara untuk bercocok tanam baik yang level menengah mau bawah secara ekonomi dan sosial kita mendorong masyarakat urban meskipun lahannya kecil masih bisa bercocok tanam seperti dipekarangan rumah dengan berhidroponik," jelasnya.

Dalam melakukannya, terdapat beberapa tahapan dalam budidaya tanaman hidroponik yaitu mempersiapkan alat dan bahan, lalu membuat sistem wick, memilih benih hidroponik, penyemaian benih menggunakan campuran air dan nutrisi  menyiapkan larutan nutrisi, proses pindah tanam, merawat tanaman, dan panen. Untuk pergantian air pada tanaman, dilakukan secara bertahap.

Proses penanaman hidroponik ini juga tidak memerlukan alat-alat yang sulit, dengan menggunakan botol bekas sebagai pengganti paralon pun bisa dilakukan untuk penanaman.

"Lalu, untuk alat yang digunakan itu paralon tapi botol bekas juga bisa, pupuk, bibit, nutrisi berupa AB Mix, airnya harus diganti beberapa kali dalam seminggu yang dilakukan secara bertahap, dan airnya dicampur dengan nutrisi AB Mix," tambah Ahmad.

Dari penanaman hidroponik ini memiliki banyak kemudahan dengan tidak memerlukan lahan yang luas untuk penanaman, menghemat air sehingga cocok untuk daerah yang pasokan airnya terbatas.

Selain itu, hasil panen dari hidroponik lebih cepat hanya dalam hitungan bulan saja, sebab tanaman yang dihasilkan berkualitas tinggi dan berada pada puncak kematangan.


Penulis : Maria Goreti Ceria

Editor : Devi Oktaviana