(Foto: Massa Aksi Kamisan ke-905/Nesya)

Marhaen, Jakarta - Sejumlah elemen masyarakat kembali menggelar Aksi Kamisan ke-905 di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). Aksi ini mengangkat tema “Habis Gelap, Terbitlah Penyangkalan: Akui dan Usut Tuntas Pemerkosaan Massal 1998” sebagai pengingat atas pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang hingga kini masih belum memperoleh kejelasan dan penyelesaian yang berpihak pada korban.

Pada aksi tersebut, massa membawa berbagai poster berisi tuntutan dan pesan solidaritas yang menyoroti pentingnya pengakuan negara atas kekerasan seksual dalam tragedi Kerusuhan Mei 1998, khususnya kasus pemerkosaan terhadap perempuan yang hingga kini belum memperoleh kejelasan hukum. Poster-poster tersebut menjadi medium suara kolektif yang menegaskan bahwa negara tidak boleh terus mengabaikan luka sejarah.

Aksi ini diisi dengan rangkaian orasi dari berbagai massa yang menyuarakan kemarahan, duka, serta tuntutan atas pertanggungjawaban negara. Rangkaian kegiatan ini juga menghadirkan ruang bersama untuk mengenang, menyuarakan kepedulian, sekaligus mengingatkan bahwa luka sejarah ini masih menuntut perhatian dan tanggung jawab.

(Foto: Poster Tuntutan terhadap Pemerkosaan Massal/Nesya)
(Foto: Massa Aksi Bersama Poster Tuntutan/Nesya)
(Foto: Kuliah Umum di Aksi Kamisan/Nesya)
(Foto: Coretan Massa Aksi/Nesya)
(Foto: Paduan Suara Gitaku/Nesya)
(Foto: Massa Aksi sedang Menyampaikan Orasinya/Nesya
)



Fotografer: Nesya Ajeng Murtiatin