(Foto: Kemacetan Jakarta/Pinterest)

Siang bedebu-bedebah ini
Stang motor menyeretku
Untuk merebah pada joknya

Rawamangun. 
Pramuka. 
Matraman. 
Salemba. 

Abu gunung masuk mata
Polusi sumpek di kepala
Tenat-tenot, tenat-tenot 
LRT kok ga jadi-jadi, bangsat. 

Harapan hidup tinggal sebatang
antrean pom bensin memanjang
Aku ikut mengular  
Minta dicekoki bensin satu porsi

Helm makin berat
Punggung makin lepek
Keringat asin sampai lidah

Aku lelah
dijilati matahari
Padahal kelas belum tentu masuk

Tenat-tenot
Tenat-tenot

Stang kembali menarikku
Jok kembali menelanku

Biarlah. 
Daripada patah kaki lagi, 
Mati saja aku kali ini.



Penulis: Nandana Arieanta Putra P.