Siang bedebu-bedebah ini
Stang motor menyeretku
Untuk merebah pada joknya
Rawamangun.
Pramuka.
Matraman.
Salemba.
Abu gunung masuk mata
Polusi sumpek di kepala
Tenat-tenot, tenat-tenot
LRT kok ga jadi-jadi, bangsat.
Harapan hidup tinggal sebatang
antrean pom bensin memanjang
Aku ikut mengular
Minta dicekoki bensin satu porsi
Helm makin berat
Punggung makin lepek
Keringat asin sampai lidah
Aku lelah
dijilati matahari
Padahal kelas belum tentu masuk
Tenat-tenot
Tenat-tenot
Stang kembali menarikku
Jok kembali menelanku
Biarlah.
Daripada patah kaki lagi,
Mati saja aku kali ini.
Penulis: Nandana Arieanta Putra P.





0 Comments