(Foto : Buku Dunia Anna Karya Jostein Gaarder/Google)


Judul Buku : Dunia Anna
Penulis : Jostein Gaarder
Penerjemah : Irwan Syahrir
Penerbit : Mizan
ISBN : 9789794338421
Tebal : 245 Halaman

Dunia Anna, judul buku karya Jostein Gaarder yang kesekian. Layaknya buku lainnya, karya Jostein Gaarder yang satu ini juga dalam pembahasannya cukup menguras otak. Mengisahkan seorang anak perempuan berusia 15 tahun yang sebentar lagi merayakan ulang tahun ke-16. Ia bernama Anna. Anna layaknya seperti remaja pada umumnya, aktivitas sehari-harinya sekolah, bermain dengan teman dan juga menjalani hubungan percintaan. Benar, ia memiliki seorang pacar. Namun, satu hal yang membuatnya berbeda dari remaja pada umumnya, yakni pola pikir dan imajinasinya yang liar. Ia disangka memiliki kelainan jiwa akibat pola pikirnya itu. Alhasil, oleh keluarganya ia dibawa ke seorang psikiater bernama Dokter Benjamin. 

Benjamin merupakan dokter kesekian yang mengatasi Anna. Namun, hanya psikiater yang akrab di sapa Ben inilah merupakan satu-satunya dokter yang menyatakan bahwa ia tidak sakit. Ben bahkan sangat mendukung pikiran imajinasi Anna. Dalam konsultasinya, ada satu perkataan Anna yang sangat mengejutkannya yaitu ketika Ben bertanya, "Apa yang kamu takutnya saat ini?". "Pemanasan global" jawab Anna. Sontak membuatnya kaget. Ia tidak pernah mengira, anak seusia Anna sudah memikirkan tentang pemanasan global.

Disitu, Anna menjelaskan bahwa iklim kita semakin hari semakin rusak. Jika tidak dijaga dengan baik, apa yang akan terjadi untuk generasi selanjutnya. Pemikiran itu muncul ketika ia sering dimimpikan berada di masa depan. Saat itu tahun 2082, ia terbangun dengan nama Nova. Gadis 16 tahun. Dimimpinya Nova memiliki nenek buyut bernama Anna namun sering di paling Olla. Olla mengenakan cincin yang sama seperti yang di kenakan Anna berumur 15 tahun, berapa puluh tahun yang lalu. 

Dalam buku ini menceritakan, bahwa pada tahun 2082 dunia sudah berubah, tidak ada lagi yang namanya hewan - hewan langkah seperti harimau, singa, burung dan binatang langkah lainnya. Mereka semua telah punah. 

Dijelaskan juga, perkembangan teknologi sangat pesat pada tahun 2082, terbukti dengan benda kecil yang dimiliki Nova di kamarnya dapat menampilkan layar besar. Namun, di zaman Nova manusia sudah jarang menggunakan mobil dalam bepergian. Kenapa? Karena bahan bakar sudah sangat langkah atau dengan kata lain minyak bumi sudah mulai habis. Alhasil, hanya orang - orang tertentu yang dapat memiliki mobil. 

Kondisi diatas dapat dilihat, bahwa begitu buruk dampak perusakan alam yang dilakukan oleh generasi sebelumnya. Dalam novel ini diceritakan, bahwa Nova sangat menyayangi Nenek buyutnya. Namun, disatu sisi ia juga marah kepada neneknya itu, karena menurut Nova generasi mereka lah yang bertanggung jawab atas apa yang menimpa generasinya saat ini.

Kemudian, ketika Anna terbangun dari tidurnya, ia kembali ke alam realita. Saat itu, ia sontak berfikir, bahwa dirinya juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga bumi ini untuk generasi selajutnya. Ia tidak mau disalahkan oleh cucu cicitnya nanti.

Menurut penulis, cerita dalam setiap judul isi buku ini sangat menarik. Kita sebagai pembaca di buat sadar, sekaligus takjub dengan alur pemikiran Jostein Gaarder yang menurut saya diatas rata – rata. Jostein Gaarder membuat buku ini sangat hidup. Saya sebagai pembaca ketika membacanya, berasa mengalami langsung kejadian tersebut. Menakjubkan!

Namun, saya sedikit terganggu dengan lompatan cerita tentang Anna yang agak membingungkan. Perjalanan cerita ketika ia remaja, kemudian lompat ke dewasa, selanjutnya balik lagi ke remaja. Cukup membingungkan pembaca. Hingga saat ini saya tidak paham maksud dari lompatan tersebut.


Penulis : Fifiyanti Abdurahman