Hari ini Valentine,
izinkan aku berlutut di depanmu,
untuk menyerahkan setangkai puisi.
Puisi ini tak semerbak mawar
yang pernah engkau cium,
ia tak membawa wangi apapun,
selain harummu
yang perlahan
memenuhi ruang di antara kita.
Puisi ini tak semanis coklat
yang bisa meleleh di lidahmu
ia tak meninggalkan rasa
selain keinginan sederhana
untuk tinggal sejenak
lebih lama bersamamu.
Puisi ini tak dibungkus apapun
tak meminta untuk dibalas.
ia hanya ingin duduk sebentar
di hadapanmu,
menyandarkan dagunya
sembari
menatap matamu,
menggenggam tanganmu,
menoel hidungmu,
tertawa melihat tingkahmu,
dan mengajakmu
menyelinap sebentar
ke Taman Ismail Marzuki.
Penulis: Nandana Arieanta Putra P.





0 Comments