(Foto: Ilustrasi Keresahan Mahasiswa di Kantin/Nesya)

Marhaen, Jakarta – Kantin Universitas Bung Karno (UBK) menjadi salah satu fasilitas yang setiap hari digunakan mahasiswa untuk makan dan beristirahat di sela perkuliahan. Namun, kondisi kantin saat ini masih menuai keluhan karena kapasitas ruangan dan fasilitasnya dinilai belum memadai dalam menunjang kenyamanan mahasiswa.

Sejumlah mahasiswa menilai kondisi kantin masih perlu mendapat perhatian. Area kantin yang terbatas membuat suasana terasa padat ketika jam istirahat berlangsung, sementara jumlah meja dan kursi yang tersedia dinilai belum mencukupi dibandingkan banyaknya mahasiswa yang datang pada waktu tertentu. Penempatan meja dan area antre di dalam kantin juga dinilai belum tertata dengan baik sehingga akses mahasiswa saat berlalu-lalang menjadi lebih sempit ketika kantin ramai pengunjung.

Salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) semester 4 juga menyampaikan keluhannya terkait kondisi kantin yang menurutnya masih kurang nyaman digunakan. Ia menilai persoalan kebersihan dan asap rokok menjadi hal yang cukup mengganggu ketika mahasiswa sedang makan maupun beristirahat di area kantin. Selain itu, kondisi kantin yang kurang memadai dapat mengurangi kenyamanan mahasiswa ketika menggunakan fasilitas tersebut.

“Kalau untuk tempatnya sendiri itu benar-benar sumpek dan sempit. Ditambah lagi banyak orang yang merokok. Dari aku yang kurang suka dengan asap rokok, jujur cukup mengganggu. Belum lagi kalau mau duduk di kantin, kadang masih banyak sampah bekas orang lain yang berserakan, jadi rasanya kurang nyaman,” ucapnya. Selasa (19/05/2026).

Hal ini sejalan dengan Pasal 41 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang mewajibkan perguruan tinggi menyediakan sarana pendukung pembelajaran. Kantin juga menjadi salah satu fasilitas yang menunjang aktivitas mahasiswa di lingkungan kampus, terutama sebagai tempat untuk makan dan beristirahat di antara jadwal perkuliahan.

Selain persoalan kenyamanan, bangunan kantin juga menjadi sorotan karena dinilai kurang aman. Sejumlah bagian atap terlihat berlubang dan membuat area kantin rawan terkena tampias air ketika hujan turun. Minimnya ventilasi udara juga membuat sirkulasi di dalam kantin kurang lancar sehingga suasana terasa pengap, terutama saat area dipenuhi mahasiswa pada siang hari.

Keluhan lain juga disampaikan terkait kondisi kantin yang terasa padat saat jam istirahat. Keterbatasan ruang membuat aktivitas di dalam kantin menjadi kurang leluasa, terutama ketika banyak pengunjung datang pada waktu yang bersamaan. Situasi tersebut kerap menyebabkan antrean dan desak-desakan saat membeli makanan maupun mencari tempat duduk.

Posisi meja serta area antre di dalam kantin juga dinilai belum tertata dengan baik. Sehingga menyebabkan akses keluar-masuk menjadi lebih sempit ketika area dipenuhi mahasiswa.

“Di kantin juga karena ramai dan sempit, kami jadi sering senggolan atau berdesakan. Jujur, kalau dari aku pribadi pasti merasa risih karena siapa, sih, perempuan yang mau disentuh, walaupun tidak disengaja,” ujar Fika, mahasiswa Fakultas Hukum. Selasa (19/05/2026).

Keterbatasan tempat di dalam kantin juga membuat sebagian mahasiswa memilih membawa makanan ke kelas atau mencari area lain untuk beristirahat. Saat jam kosong perkuliahan, kantin kerap dipenuhi mahasiswa sehingga fasilitas yang tersedia dinilai belum mampu menampung aktivitas yang berlangsung di area tersebut. Hal ini menjadi salah satu bentuk keluhan yang cukup sering disampaikan mahasiswa terkait penggunaan kantin di lingkungan kampus.

“Semoga kantin UBK bisa lebih bersih dan lebih diperhatikan lagi detail-detail kecilnya. Walaupun menurut mereka itu hal biasa, bagi kami kenyamanan sangat bergantung pada kebersihan. Selain itu, meja juga semoga bisa diperbanyak dan sarana serta prasarananya bisa diperbaiki,” ujarnya kembali.

Mahasiswa berharap pihak kampus dapat menghadirkan fasilitas yang lebih memadai, terutama dari sisi kenyamanan dan keamanan. Selain digunakan untuk makan, kantin juga menjadi tempat bagi mahasiswa untuk beristirahat dan berkumpul di sela padatnya aktivitas perkuliahan.

Penulis telah berupaya menghubungi pihak kampus untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait persoalan kantin pada Rabu (20/5/2026). Namun, hingga tulisan ini diterbitkan, belum ada respons dari pihak kampus, khususnya Bagian Umum.




Penulis: Nesya Ajeng Murtiatin 

Editor: Reysa Aura P.