Oleh : Rainz

Tersisa, itu lah kata yang lahir dari dampak tragedi

Laut tak bersalah karena lautpun hanyalah mematuhi titah yang maha esa

Laut membuat gemuruh serta gelombang tsunami bukan tanpa sebab

Tapi memang itulah takdir yang diberikan dari sang maha kuasa


Apa yang tersisa bagi kita, apa yang disisakan oleh laut?

Rasa takut, lemah, dan berkabung tidak dapat menjelaskan apa yang disisakan untuk manusia

Tapi hanya satu yang kita bisa

Ulurkan tangan secepat manusia sebagaimana kita dengan mudah membalikkan telapak tangan

Hanya itu dan cukup itu saja


Jika saja, itulah kata mereka

Jika saja kita diperingatkan lebih dahulu

Jika saja gelombang tsunami itu tidak pernah ada

Tentu hal ini takkan pernah terjadi, hanya itulah kata-kata yang terucap dari mereka


Tatapan mata yang kosong itu

Terasa seperti lamunan pahit

Tak ada lagi keinginan yang lain

Selain meratap kepergian dari mereka yang pergi dan tak pernah kembali


Kuatkan hati dan peganganmu

Semua ini datang tanpa peringatan

Tapi simpati dan empati selalu ada untuk mendukungmu

Karena itu kewajiban kita kepada mereka