(Foto: Ilustrasi Tangan yang Dirantai/Muhammad Bazzar)

Malam terlihat muram

Suara tak lagi terdengar

Yang marah ditekan

Air keras digunakan senjata penyebar ketakutan


Kekerasan datang serampangan

dari tangan orang-orang yang dipilih untuk melindungi dan mensejahterakan 


Ketimpangan dan kapitalis seperti rantai belenggu dari kehidupan orang-orang yang menghidupi kekuasaan

dari pajak-pajak yang kian hari seperti lintah darat

Dengan modal yang didapat dari keringat dan darah bercucuran bergelantungan di jalanan mencari uang 


Kita dipaksa lenyap

Kita dipaksa lelap

Kita dipaksa senyap

Lalu kita kembali ke gelap


Perlawanan tak lagi benderang

Perlahan kita terserap

Kemiskinan dan kejahatan tak lagi asing bagi lidah

Kekuasaan semakin menyeringai

Ia merajalela

Membunuh yang melawan

Membuai yang menjilat pantat penguasa


Namun, kesenyapan dan ketakutan ku yakin takkan lama

Sebab amarah adalah bahan bakar meruntuhkan dinding kekuasaan




Penulis: Na'ilah Panrita Hartono