Marhaen, Jakarta – Biaya praktikum masih menjadi salah satu pengeluaran tambahan yang harus ditanggung mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Bung Karno (UBK). Selain membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), mahasiswa juga dikenakan biaya praktikum sekitar Rp300.000 per semester karena fasilitas di UBK belum memadai sehingga kegiatan ini dilaksanakan di kampus lain.
Praktikum di Fakultas Teknik merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan teori melalui kegiatan secara langsung guna mendukung penguasaan materi dan keterampilan di bidangnya. Kegiatan tersebut membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, seperti ruang praktikum dan peralatan pendukung. Di UBK, fasilitas praktikum yang belum memadai menyebabkan praktikum dialihkan ke kampus lain sehingga mahasiswa harus mengeluarkan biaya tambahan.
Kondisi tersebut menjadi beban bagi sebagian mahasiswa karena biaya praktikum harus dipenuhi setiap semester di luar UKT. Dengan adanya pengeluaran tambahan tersebut, mahasiswa perlu menyiapkan anggaran lebih agar tetap dapat mengikuti kegiatan praktikum sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Keluhan mengenai biaya praktikum turut disampaikan oleh Aziz, mahasiswa Fakultas Teknik. Aziz mengungkapkan bahwa selain biaya kuliah, dirinya juga harus mengeluarkan sekitar Rp300.000 setiap semester untuk kegiatan praktikum.
Menurut Aziz, biaya tersebut juga mencakup penggunaan ruang praktikum beserta fasilitas pendukung di kampus lain yang menjadi tempat pelaksanaan praktikum. Hal itu terjadi karena ruang praktikum di UBK masih belum mendukung.
“Sekitar Rp300.000 per semester untuk praktik tersebut, kita juga praktiknya tidak di kampus sendiri, melainkan di kampus lain yang jaraknya lumayan jauh,” ujar Aziz saat diwawancarai. Kamis (02/07/2026).
Menurut Aziz, kerusakan ruang praktikum di kampus menyebabkan pelaksanaan praktikum dialihkan ke kampus lain. Selain harus mengeluarkan biaya tambahan, mahasiswa juga harus menempuh perjalanan ke lokasi pelaksanaan praktikum yang berjarak cukup jauh.
Hingga saat ini, mahasiswa masih harus menjalani praktikum di kampus lain akibat ruang praktikum di UBK belum memadai. Pelaksanaan praktikum pun masih bergantung pada fasilitas yang dimiliki kampus lain.
Aziz juga menyebut bahwa kebijakan biaya praktikum telah diberlakukan sejak angkatan sebelumnya. Menurutnya, mahasiswa angkatan sebelumnya dikenai biaya sekitar Rp250.000 untuk kegiatan praktikum.
“Saya pernah denger kalau di angkatan sebelumnya tuh dikenakan biaya Rp250.000, nah mulai dari angkatan saya dan mungkin bisa aja sampai seterusnya dikenakan biaya praktikum sekitar Rp300.000,” ujarnya kembali.
Di akhir wawancara, Aziz berharap pihak universitas dapat lebih terbuka terhadap keluhan dan masukan yang disampaikan mahasiswa. Ia juga berharap pihak kampus segera memperbaiki fasilitas praktikum yang ada agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung di lingkungan kampus.
Penulis telah berupaya menghubungi Wakil Rektor II pada Sabtu (04/07/2026) untuk melakukan wawancara terkait fasilitas Fakultas Teknik di UBK. Pihak Wakil Rektor II menyampaikan bahwa beliau belum dapat diwawancarai karena sedang berada di luar kota. Penulis kemudian berupaya menyesuaikan jadwal wawancara agar proses wawancara tetap dapat terlaksana. Hingga tulisan ini diterbitkan, penulis belum menerima balasan terkait penjadwalan wawancara tersebut.
Penulis: Khairunnisa Salsabila
Editor: Reysa Aura P.





0 Comments