(Foto: Tampilan Siakad UBK yang Bermasalah/Anisa)

Marhaen, Jakarta - Sistem Informasi Akademik (Siakad) Universitas Bung Karno (UBK) mengalami gangguan di hari pertama pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) pada Senin (27/07/2026). Sejumlah mahasiswa kesulitan mengakses Siakad untuk mengunduh Kartu Peserta Ujian (KPU) sebagai syarat mengikuti UAS. 

Gangguan mulai dirasakan mahasiswa sejak pagi hari, beberapa jam sebelum ujian dimulai. Saat persiapan menghadapi ujian, mahasiswa dibuat panik karena laman Siakad tidak dapat diakses sebagaimana semestinya. 

Mahasiswa Fakultas Hukum semester 2 menceritakan bahwa dirinya telah mencoba membuka Siakad sejak pukul 03.00 WIB untuk mengunduh KPU. Hal tersebut tidak membuahkan hasil karena Siakad teralihkan ke website Judi Online (Judol).

“Kalau SIAKAD eror itu sebenarnya aku tau dari tadi pagi. Dari jam tiga aku bangun buat cek dan mau download kartu ujian, eh ternyata nggak bisa, malah ke logout terus ke web judol,” Ujarnya. Senin (27/07/2026).

Saat kembali mencoba pukul 08.10 WIB beberapa menit sebelum ujian, Siakad pun belum juga dapat diakses. Kepanikan pun terus dirasakan karena KPU merupakan salah satu syarat mengikuti UAS. Ia kemudian menanyakan kepada teman-temannya dan mendapati bahwa mereka mengalami kendala serupa.

"Jujur deg-degannya ada, soalnya KPU itu kan syarat masuk ruangan ujian. Aku sempat mikir, boleh masuk nggak ya kalau belum download KPU," ungkapnya.

Informasi mengenai Siakad eror sudah menyebar luas. Hal tersebut membuat dosen yang mengetahui adanya gangguan pada Siakad memberikan kebijakan agar mahasiswa tetap mengikuti ujian tanpa menunjukkan KPU.

"Dosennya juga tahu kalau Siakad lagi eror. Terus juga bukan hanya aku yang ngalamin, ada banyak teman-teman. Jadi kami semua nggak pakai KPU dulu soalnya lagi eror," katanya.

Gangguan Siakad pada hari pertama UAS juga mendapatkan tanggapan dari Muhammad Tyo, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik semester 4. Menurutnya, kendala serupa bukan pertama kali terjadi. Ia menilai gangguan Siakad sering muncul ketika memasuki ujian, baik Ujian Tengah Semester (UTS) maupun UAS.

"Kejadian kaya gini bukan sekali dua kali, setiap entah mau UTS UAS pasti terjadi tiba-tiba down. Bukan hanya di aplikasi tapi di web nya juga down, jadi menyulitkan mahasiswa yang mau mendownload kartu ujian baik UTS maupun UAS,” ucapnya. Senin (27/07/2026).

Tyo menjelaskan persoalan tidak hanya terjadi pada pengunduhan KPU. Siakad eror juga berdampak pada proses pengumpulan tugas. Mahasiswa yang telah mengumpulkan tugas melalui Google Drive atas arahan dosen tetap tercatat belum mengumpulkan tugas di Siakad.

Ia mengatakan kondisi tersebut memunculkan kepanikan di kalangan mahasiswa, terutama ketika tugas maupun ujian yang dilaksanakan online memiliki batas waktu tertentu. Mahasiswa khawatir keterlambatan yang tercatat di Siakad membuat mereka harus mengikuti ujian susulan yang memerlukan biaya tambahan.

"Mereka panik karena takut lewat tenggat waktu. Takut akhirnya harus ikut ujian susulan dan mengeluarkan biaya 100 ribu," katanya.

Mahasiswa berharap pihak kampus segera membenahi persoalan Siakad secara menyeluruh. Mereka menilai gangguan yang terus berulang mengganggu proses akademik dan menimbulkan keresahan.

Penulis sudah menghubungi Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) sejak 27 Juli 2026 untuk meminta keterangan lebih lanjut. Kemudian hingga kini belum mendapatkan jawaban apapun mengenai Siakad.



Penulis: Anisa Tri Larasety
Editor: Nandana Arieanta Putra P.